Latest Blog:
Recent Blog
Tampilkan postingan dengan label Tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas kuliah. Tampilkan semua postingan

Sistem Informasi Manajemen Perusahaan Sido Muncul

SIDO MUNCUL

  • SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PERUSAHAAN PT. SIDOMUNCUL Disusun Oleh : Inayatul Insiyah Farchaty (11140288)
  • Pengertian PT.Sido Muncul Sebagai perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1951, SidoMuncul yang kini merupakan perusahaan herbal bertaraf modern senantiasa berupaya untuk memberikan produk-produk yang baik dan menyehatkan bagi seluruh konsumennya, dan dengan demikian memberikan nilai positif bagi masyarakat.Tak hanya mengandalkan bahan-bahan alamiah yang berkualitas tinggi dan segar, SidoMuncul juga sangatlah mementingkan basis penelitian, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam menjalankan proses-proses produksi dari setiap produk yang akan dijual, serta juga dalam bergerak maju untuk mengembangkan usahanya. Sido Muncul terus berkarya untuk menciptakan inovasi berupa temuan-temuan baru yang berkhasiat tinggi bagi seluruh kalangan masyarakat.Oleh karena itu, SidoMuncul telah memperlengkapi pabriknya di Semarang, Jawa Tengah dengan berbagai fasilitas pendukung yang memenuhi standar farmasi.
  • Visi Dan Misi  : Visi Menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan  Misi 1) Meningkatkan mutu pelayanan di bidang herbal tradisional 2) Mengembangkan research / penelitian yang berhubungan dengan pengembangan pengobatan dengan bahan-bahan alami. 3) Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membina kesehatan melalui pola hidup sehat, pemakaian bahan-bahan alami dan pengobatan secara tradisional. 4) Ikut mendorong pemerintah / instansi resmi agar lebih berperan dalam pengembangan pengobatan tradisional.
  • Efisiensi dan efektifitas PT. Sido Muncul Proses Produksi Proses produksi jamu di PT. Sido Muncul ini yang pertama adalah penerimaan bahan baku, bahan baku yang datang segera dicek QC (Quality Control), setelah terbukti memenuhi standar penerimaan dan standar penggunaan kemudian bahan baku dimasukkan ke dalam gudang penyimpanan bahan baku. Bahan baku yang akan dipakai diambil dari gudang penyimpanan bahan baku kemudian disortasi, setelah disortasi kemudian bahan baku dicuci, dikeringkan, digiling, baru kemudian dicampur (mixing). Dalam proses pencampuran bahan ini kami tidak diperkenankan untuk melihatnya karena merupakan rahasia perusahaan. Sesudah proses pencampuran selesai kemudian hasilnya dialirkan melalui pipa-pipa untuk dilakukan proses pengemasan primer (packaging primer) menggunakan mesin dua line dan delapan line. Kemudian masuk ke proses pengemasan sekunder (packaging sekunder), disini produk yang sudah jadi dicek kembali dengan cara uji sampel. Setelah selesai proses pengemasan sekunder kemudian produk siap untuk didistribusikan.

  • Hasil Produksi Tipe serbuk : Kuku Bima, Kuku Bima Ginseng, Kuku Bima Plus Ttribulus. Tipe saset : Tolak Angin, Tolak Angin Ekstra Hangat Tipe saset hisap : Tolak angin Permen Tipe Fls : Tolak angin Anak, Tolak Angin Flu Tipe Botol : Kuku Bima Ener-G Sistem efisiensi Dengan menggunakan system padat modal dan juga padat karya Sido Muncul cenderung mempunyai pengeluaran yang banyak terutama beban gaji dan juga perbaikan mesin. Performance yang didapatkan. Produk yang dihasilkan lebih banyak sehingga dapat menutupi semua pengeluaran serta memperoleh laba yang besar dan Perusahaan Sido Muncul menghasilkan produk higienis dan ber mutu baik yang telah di kenal oleh masyarakat sejak saat 2002.
  • System efektifitas Meskipun mempunyai pengeluaran yang besar tapi hasil produk yang diproduksi akan memperoleh laba yang tinggi perharinya, karena produk yang dihasilkan juga berjumlah sangat banyak melebihi perusahaan jamu lainnya sehingga keberlangsungan usahanya tidak mengalami kemunduran dan pastinya ikut serta dalam mengurangi pengangguran di Indonesia. System ekonomis Laba yang dihasilkan akan menjadi lebih banyak karena bahan baku yang digunakan ber bahan alami sehingga tidak memerlukan modal yang besar. Dengan selalu menggunakan bahan dari alam yang berkualitas tinggi dan juga melakukan proses penanaman kembali,Sido Muncul ikut serta dalam membudidayakan konservasi di Indonesia.
  • Fungsi Manajemen Fungsi Planning  Perencanaan jangka panjang “fokus pada obat alam, ekspansi keluar pasar Indonesia, pengembangan brand produk-produk sesuai kebutuhan pasar ,dengan memperkuat pasar dalam negeri, meningkatkan kapasitas pabrik, Brand Product (Kuku Bima Energi, Tolak Angin, Jamu Komplit) dan lain nya dan dapat terus melakukan inovasi dalam berproduksi yang akan terus laris di pasar nasional maupun internasional. PT. Sido Muncul,juga memplanningkan pembuatan pabrik baru yang ditarget kan pada akhir tahun 2014. Dikarenakan untuk menunjang produksi yang semakin besar. PT.Sido Muncul bekerja sama dengan Developer PT. Sakti Berkembang untuk membangun pabrik baru di daerah Semarang, Jawa Tengah, dengan melakukan pembelian tanah lalu akan dilakukan pembangun Perusahaan oleh Developer PT. Sakti Berkembang  Fungsi organising Fungsi yang digunakan adalah fungsi organisasi laba karena di setiap produksi nya PT. Sido Muncul berusaha untuk memperoleh keuntungan maksimum dengan biaya minimum untuk keberlangsungan usaha PT. Sido Muncul
  • Fungsi actuating Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh PT. SidoMuncul untuk melakukan transformasi dari perusahaan lokal menjadi nasional dan International adalah : A. Melakukan scan perubahan lingkungan dengan baik dan menyadari bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan obat-obatan dan suplemen tradisional. B. Mampu melihat dan mengantisipasi perkembangan pasar dengan melakukan perluasan kapasitas produksi untuk mengantisipasi permintaan produk yang semakin meningkat. C. Selalu inovasi produk untuk memenuhi kebutuhan dalam dan luar negeri. D. Melakukan kegiatan aktivasi komunikasi produknya kepada masyarakat Indonesia dengan konsisten dan selalu menggali keunikan-keunikan, potensi budaya serta keindahan alam Indonesia untuk kegiatan promosi produk perusahaan. E. Memiliki sistem yang kuat untuk dapat mengintegrasikan seluruh kegiatan perusahaan dengan baik dan tepat. F. Memiliki SDM yang berkualitas untuk menghasilkan produk, strategy marketing yang berkualitas dan terbukti dengan banyaknya penghargaan yang diterima oleh perusahaan, seperti : Best Encouragement Product 2003, Solo Customer Satisfaction Index 2003, Best Brand 2003, Kehati Award 2001 dan masih banyak lagi penghargaan yang diterima oleh perusahaan.
  • Fungsi controlling Fungsi pengendalian kualitas bahan baku yang dilakukan ialah :  Pemisahan kotoran (penyortiran)  Pemotongan, guna mempermudah proses penghalusan  Pencucian kembali untuk memastikan bahan benar-benar bersih , Dikeringkan menggunakan oven Penyortiran bahan kering, bahan yang berkualitaslah yang dipilih  Masuk dalam pengamatan tim pengendali mutu, guna memastikan sudahkah bahan baku memenuhi standar Lingkungan internal dan eksternal PT. Sido Muncul Analisis Lingkungan Internal  Ringkasan profil  Professional People/karyawan  Peran Public/masyarakat sekitar  Fasilitas.
  • Manajer-manajer PT. Sido muncul 1. Manajer pemasaran 2. Manajer keuangan 3. Manajer operasional 4. Manajer personalia 5. Manajer administrasi 6. Manajer peneliti dan pengembangan Analisis Lingkungan Eksternal Lingkungan Tugas Pemasok Pesaing Perantara Pelanggan Publik.
  • Lingkungan Umum - Lingkungan ekonomi : Ketidak seimbangan pasar terhadap harga bahan baku menyebabkan produksi jamu tidak dapat memproduksi maju mundurnya suatu usaha. Besar kecilnya pajak yang wajib dikeluarkan berdasarkan industri yang dibangun sangat mempengaruhi maju mundurnya suatu usaha. Pajak yang dikenakan atas industri ini berupa PPh, PBB, Bea Cukai dan lain-lain.  Beban biaya yang dikeluarkan claim dari pajak antara lain retribusi, beban penggunaan listrik bagi industri, beban angkut dan lain-lain. - Lingkungan alam 1. Bangkitnya gerakan lingkungan 2. Mengolah limbah menjadi limbang ramah lingkungan - Lingkungan tehnologi Tegnologi yang dimiliki perusahaan Sido Muncul sangat mempengaruhi produk –produk yang dihasilkan. Perusahaan Sido Muncul di pasaran mempunyai tempat yang bagus sehingga Sido Muncul sangat mempengaruhi peredaran jamu di Indonesia.
  • Lingkungan politik Setiap perusahaan pasti diatur oleh undang-undang. Perusahaan sido muncul sebagai satu-satunya pabrik jamu yang berstandar farmasi UU RI no 7 tahun 1963 tentang farmasi, pasal 4 tentang produksi dan distribusi perbekalan di bidang farmasi di tetapkan dengan peraturan. Perundang-undangan misalkan tentang perihal impor/ekspor penyedia obat-obatan ditetapkan dengan peraturan pemerintah. Hal-hal mengenai konsumsi dan pekerjaan kerfarmasian diatur dengan peraturan menteri kesehatan. Lingkungan kulturan Perusahaan Sido Muncul dalam pembuatan produk-produknya menggunakan bahan-bahan alami atau herbal dan mengolahnya dengan tradisional. A. Bagian manajemen dan aktivitasnya Analisis Strategi Pemasaran PT Sido Muncul  Pemasaran yang dilakukan atau Marketing Mix  Alternatif Strategi pemasaran  Penerapan STP dalam Sido Muncul Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi marketing (segmenting, targeting, positioning) yang dilakukan Tolak Angin cair dan persepsi konsumen berkiatan dengan penerapan strategi tersebut. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif pada perusahaan dan kuantitatif pada konsumen sido muncul.
  • SEKIAN DAN TERIMAKASIH Semoga Bermanfaat .

Sistem Informasi pada Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Sistem Informasi yang Diterapkan Pada Organisasi Bank Rakyat Indonesia (BRI)

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau “Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto”, suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI.

Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.

Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, BRI Sebagai bank transaksional terus menerus memperluas ragam produknya dengan menawarkan rangkaian jasa yang sangat beragam untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik para nasabahnya. Adapun produk dan jasa dari BRI antara lain:


Jenis :
Simpanan
Pinjaman
Jasa Bank
Produk Konsumer
Produk Investasi

Produk atau Jasa :
Tabungan BRI, Deposito, Giro BRI
Pinjaman Mikro, Ritel, Kredit UKM, Program, Kredit Usaha Rakyat
Jasa Bisnis, Jasa Keuangan, Jasa Lain, Kelembagaan, E – Banking, Treasury, Internasional
Kartu Kredit, Kredit Pemilikan Rumah, Kredit Kendaraan Bermotor, Kredit Multi Guna (KMG)
DPLK, ORI & SR, Jasa Wali Amanat, Jasa

 Banyaknya kantor cabang, koordinasi yang belum berjalan dengan baik dari kantor pusat hingga unit terkecil, dan beragamnya produk BRI tentu membutuhkan sistem pengelolaan dan pengawasan yang baik agar tidak terjadi penyimpangan dalam menjalankan bisnis. Banyaknya kantor cabang tersebut dapat mempersulit BRI untuk mengetahui kondisi perusahaan secara keseluruhan. Demikian halnya dengan masalah perkembangan produk yang ada dalam tiap kantor cabangnya. BRI juga belum melibatkan Business Intelligence pada proses bisnisnya. Padahal untuk bersaing dalam persaingan yang sangat ketat saat ini, perusahaan perlu mengetahui kondisi internal perusahaannya sehingga perusahaan dapat mengetahui posisi mereka dalam pasar yang pada akhirnya akan mempermudah perusahaan dalam pengambilan langkah selanjutnya .

Mengetahui adanya permasalahan terkait dengan proses bisnis dan pengendalian internal, BRI memutuskan untuk menerapkan IT dalam mengakuisisi sistem informasi atau teknologi informasi yang akan dibahas sebagai berikut.

APLIKASI YANG DIGUNAKAN

Untuk menanggapi permasalahan yang dihadapai oleh BRI seputar proses bisnis perbankan, maka BRI telah mengimplementasikan beberapa sistem informasi sebagai berikut :


  • Core Banking System (CBS)


Aplikasi real time online yang menghubungkan kantor pusat dengan unit BRI yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Selama tahun 2007 telah dilakukan penambahan unit kerja online yaitu dengan mengimplementasi aplikasi Core Banking System yang disebut aplikasi BRINETS pada 720 BRI Unit. Dengan implementasi ini jumlah BRI Unit yang terhubung secara real time online pada tahun 2007 bertambah sebanyak 720 lokasi menjadi  1.690 lokasi, tersebar di tiga wilayah waktu.


  • Electronic Banking


Untuk melayani nasabah 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, BRI secara terus menerus melakukan penyempurnaan dan pengembangan fitur-fitur layananelectronic banking. Melalui media elektronik memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui ATM, phone banking, electronic fund transfer, dan mobile phone. Dengan menggunakan BRI Card, nasabah dapat melakukan transaksi tunai dan non tunai di lebih dari 1.262 ATM BRI, lebih dan 28.226 ATM Bersama, ATM Prima dan ATM Link, ratusan ribu ATM berlogo Cirrus dan Bankcard.


  • Enterprise Data Model


Enterprise Data Model, penyediaan monitoring tools, dan pengembangan query builder untuk mendukung pengembangan operasional bank secara lengkap dan terpadu. Enterprise Data Model  juga digunakan untuk memberikan kemudahan kepada bisnis dalam membuat laporan-laporan sesuai kebutuhan internal dan eksternal.


  • Business Continuity Plan  dan Disaster Recovery Plan


Untuk menjaga kepercayaan nasabah dan untuk meminimalisi resiko operasional dari gagalnya sistem aplikasi dan infrastruktur teknologi informasi, Bank BRI telah menyiapkan BusinessContinuity Plan dan Disaster Recovery Plan yang merupakan bagian dari Business Continuity Management Perusahaan. Secara periodik dilaksanakan uji coba pada sistem aplikasi dan infrastruktur yang kritikal, dengan tujuan agar kegiatan usaha BRI dapat tetap berjalan saat terjadi gangguan pada sarana teknologi informasi yang dipergunakan. Selam itu, BRI juga menyiapkan Disaster Recovery Center (DRC) pada lokasi yang berbeda dengan Data Center sebagai fasilitas pengganti jika Data Center mengalami gangguan atau tidak dapat berfungsi, seperti tidak adanya aliran listrik ke ruang komputer, kebakaran, ledakan atau kerusakan pada komputer.


  • Avaibility Jaringan Komuniksi


BRI harus menjaga dan memelihara availability jaringan komunikasi yang ada. Availability ini dilakukan derigan monitoring secara terus menerus melalui Enterprise Monitoring System serta redundancy dan diverifikasi media komunikasi dengan menggunakan satelit, terrestrial, dan wireless, sebab, BRI sebagai bank dengan jaringan kerja dan operasional yang terbesar di Indonesia serta adanya pertumbuhan dan pertambahan yang agresif dari unit kerja yang real time on-line.


  • Security System


BRI secara rutin melakukan evaluasi dan audit terhadap keamanan infrastruktur teknologi. Evaluasi dan audit ini dilakukan untuk mengurangi resiko kelemahan dan kerawanan terhadap keamanan infrastruktur teknologi informasi. Selain itu, BRI mulai melakukan inisiasi untuk sertifikasi Operational IT Security, yang comply terhadap standansasi (ISO 27001:2005) yang telah diakui secara internasional.

INVESTASI TEKNOLOGI INFORMASI

Diperlukan bagi Bank BRI untuk terus mengembangkan teknologi informasinya agar dapat bersaing dengan industri perbankan lain juga demi menciptakancompetitive advantage, maka, BRI dapat menerapkan sistem informasi sebagai berikut :

1.  Business Intelligence

BRI Business intelligence System dikategorikan sebagai aplikasi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu pengguna mengambil keputusan bisnis secara lebih baik. Aplikasi ini mencakup aktivitas sistem pendukung keputusan, query, reporting, online analytical processing (OLAP), statistical analysis, forecasting, dan data mining. Singkat kata, Business intelligence dibutuhkan untuk mengubah data mentah menjadi informasi pendukung pengambilan-keputusan perusahaan dan proses bisnis.

Adapun kegunaan Business Intelligence System di Bank Rakyat Indonesia adalah :

Menjadi Bank terkemuka yang ditunjang dengan penggunaan SI/TI di Indonesia
Mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan Informasi pengambil keputusan bagi pihak manajemen dalam proses bisnis
Forecasting

2.  Customer Relationship Management (CRM)

Customer Relationship Management merupakan strategi dan usaha untuk menjalin hubungan dengan pelanggan dan memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. CRM mengintegrasikan strategi penjualan, pemasaran, dan pelayanan yang terkoordinasi.CRM menyimpan informasi pelanggan dan merekam seluruh kontak yang terjadi antara pelanggan dan perusahaan, serta membuat profil pelanggan untuk staf perusahaan yang memerlukan informasi tentang pelanggan tersebut.

Tujuan CRM yaitu :

Menggunakan hubungan dengan nasabah untuk meningkatkan keuntungan
Menggunakan informasi untuk memberikan pelayanan yang memuaskan
Mendukung proses sosialisai produk berulang kepada nasabah
Meningkatkan standar & prosedur pelayanan kepada nasabah

3.  Decision Support System (DSS)

Decision Support System (DSS) sebagai sebuah system yang memberikan dukungan kepada seorang manajer, atau kepada sekelompok manajer yang relative kecil yang bekerja sebagai team pemecah masalah, dalam memecahkan masalah semi terstrukitur dengan memberikan informasi atau saran mengenai keputusan tertentu.Informasi tersebut diberikan oleh laporan berkala, laporan khusus, maupun output dari model matematis. Model tersebut juga mempunyai kemampuan untuk memberikan saran dalam tingkat yang bervariasi.

Tujuan  implementasi BRI Decision Support System yaitu :

Membantu manajer dalam pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah semi  terstruktur
Mendukung keputusan manajer, dan bukannya mengubah atau mengganti keputusan tersebut
Meningkatkan efektivitas menajer dalam pembuatan keputusan, dan bukannya peningkatan efisiensi

4.  E-Learning System

E-Learning System adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi e-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola e-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada. Dengan  e – learning, karyawan dapat melihat modul-modul yang pembelajaran, mengambil tugas-tugas dan ujian yang harus dikerjakan, serta melihat jadwal diskusi secara maya dengan instruktur, nara sumber lain, dan pembelajar lain.

MANFAAT TEKNOLOGI INFORMASI

Secara garis besar, beberapa manfaat yang didapatkan BRI dengan melakukan investasi di bidang teknologi informasi tersebut antara lain:

1.  Kemudahan melakukan kontrol perusahaan.

Implementasi teknologi informasi seperti CBS yang telah dilakukan oleh BRI menjadikan sistem yang ada dalam perusahaan tersebut menjadi terintegrasi. Kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan untuk mengetahui perkembangan bisnisnya setiap saat karena data yang ada dalam sistem tersebut adalah data yang online dan up to date dengan demikian perusahaan akan dapat mengetahui aktivitas sehari-hari dari tiap departemen dan kantor cabangnya. Dengan CBS, dapat menghubungkan kantor pusat dengan unit BRI yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini tentu akan mempermudah perusahaan dalam melakukan kontrol untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam proses bisnis, dan apabila kesalahan telah terjadi perusahaan dapat langsung mengetahui sehingga perusahaan dapat meminimalisasi kerugiannya.

2.  Produktivitas Meningkat

Pengimplementasian berbagai jenis teknologi informasi pada BRI menyebabkan kinerja perusahaan menjadi lebih meningkat. Hal ini dikarenakan pengunaan teknologi tersebut dapat menciptakan kecepatan dalam bekerja dan juga memberikan tingkat akurasian yang cukup tinggi hal ini tentu akan dapat meningkatkan peroduktivitas perusahaan karena dengan tingkat kecepatan bekerja yang tinggi perusahaan akan memperoleh output yang lebih banyak dalam hal ini perusahaan dengan sumber daya yang tetap akan dapat melayani nasabahnya dalam jumlah yang lebih besar bahkan dengan digunakannya teknologi ini perusahaan dapat mengurangi sumber dayanya tetapi output atau banyaknya nasabah yang dilayani mengalami peningkatan. Melalui media elektronik seperti ­e – banking memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui ATM, phone banking, electronic fund transfer, dan mobile phone. Selain dengan penerapan teknologi informasi pada pelayanan terhadapa nasabah juga mampu menciptakan competitive advantage bagi BRI untuk bersaing dengan industri perbankan lain.

3.  Membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik

Keputusan kritis harus diambil dengan berbagai pertimbangan yang tepat untuk menentukan masa depan perusahaan. Dengan business intelligence, merupakan aplikasi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisis dan menyediakan akses ke data guna membantu pengguna mengambil keputusan bisnis secara lebih baik, kondisi ini tentu akan membantu top management untuk mengetahui kondisi perusahaan secara detail sehingga informasi yang didapatkan menjadi lebih lengkap. Informasi yang lengkap tersebut akan dapat membantu perusahaan dalam mengambil keputusan, melakukan perencanaan bisnisnya di masa yang akan datang yang pada akhirnya informasi tersebut juga akan membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strateginya.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Manajemen dan perusahaan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger